Mulan Jameela Buka Suara Karena Diragukan Jadi Anggota DPR

Sejak dilantik secara resmi jadi anggota DPR RI, Mulan Jameela tak henti-hentinya menjadi sorotan publik. Yang terbaru, istri Ahmad Dhani itu jadi buah bibir karena riwayat pendidikan SD-nya hanya 3 tahun. Hal itu bahkan tertulis pada situs resmi DPR RI (dpr.co.id). ditemui awak media. Mulan tak menampik jika memang ada kesalahan ketika proses input data. Namun menurutnya hal itu tak perlu dibesar-besarkan lagi karena sekarang sudah direvisi oleh yang bersangkutan.

“Ya emang salah input. Ya kan dah direvisi dan dibetulin, jadi ya udah salah input,” ujar Mulan.

Kesalahan input data itu sempat mencuri perhatian publik dan menghiasi headline berbagai media massa. Alih-alih marah, ibu dari Safeea itu lebih memilih untuk mengambil hikmah positif dari kejadian salah input tersebut.

“Tapi makasih atas infonya. Kalau nggak ada berita itu ya nggak tahu kalau salah input. Jadi ya ini ada berkahnya,” ujar eks personel Duo Ratu ini.

Baca ini juga yuk:
Begini Romantisnya Kekeyi Putri Dan Pacarnya Yang Baru Saja Anniversary
Hotman Paris: Aku Tahu Siapa Pacar Farah Quinn

Seperti diketahui, hingga saat ini masih banyak yang meragukan kapasitas Mulan sebagai seorang anggota DPR. Lagi-lagi pelantun Wonder Woman ini tak ambil pusing. Ia cuma bisa berjanji untuk melakukan yang terbaik untuk mewakili rakyat.

“Ya nggak papa (diragukan), yang penting mohon doanya aja, mudah-mudahan kan semuanya berproses. Dan ini dunia baru buat saya. Siapapun yang baru pasti butuh proses, adaptasi. Yang penting niatnya ya. Insya Allah belajar terus,” ujar Mulan. 

Mulan jameela diketahui kini menjadi anggota dewan dari fraksi Partai Gerindra ini, kabarnya akan ditempatkan di Komisi VII DPR RI yang menangani bidang Sumber Daya dan Energi. Penempatan Mulan Jameela ini bukan murni karena permintaannya, melainkan dari Partai. Sebagai orang yang baru saja masuk ke dunia politik, Mulan mengaku santai saat ditempatkan di komisi manapun.

Seperti yang diketahui, mitra kerja Komisi VII meliputi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Leave a Reply