Viral! Banyak Pendaki Hilang, Ini Kata Pendaki Berpengalaman

sumber: kumparan.com

Beberapa waktu lalu, terdapat peristiwa seorang siswa SMP yang hilang di Bukit Piramid. Sampai saat ini, siswa tersebut belum juga ditemukan padahal pencarian sudah dilakukan sejak 30 Mei 2019. Beberapa isu pun muncul terkait kasus tersebut, seperti dimakan binatang buas hingga disembunyikan makhluk halus.  Namun, isu itu tentu saja hoax belaka.

Menurut Harley B. Sastha, seorang penggiat alam terbuka dan anggota Tim Jelajah 54 Taman Nasional Indonesia, ada banyak kemungkinan ketika seorang pendaki mengalami peristiwa hilang di gunung. Antara lain seperti tersesat, disorientasi medan, sampai hipotermia dengan tingkatan hingga seperti orang kesurupan. Penurunan suhu tubuh tersebut dapat mengakibatkan tubuh menggigil kencang, mulai berdelusi hingga hilang kesadaran.

Apalagi, jika terjadi cuaca buruk atau berkabut ketika masih berada di gunung. “Memang kita mesti hati-hati banget kalau kabut, harus bisa saling jaga lah, terutama di jalur-jalur tipis, kalau kabut atau jatuh kan nggak kelihatan. Persiapannya mesti baik, harus tahu situasi, cuaca, bukan berarti karena pendek dianggap remeh,” ujarnya.

Selain kasus ini, terdapat beberapa kejadian pendaki yang hilang di gunung. Seperti Alvi Kurniawan yang hilang di Gunung Lawu pada 1 Januari 2019 lalu. Kemudian, Faiqus Syamsi yang hilang di Gunung Arjuno pada 18 Desember 2018 dan jasad kerangkanya baru ditemukan pada 5 April 2019. Serta Indra Wijaya, yang hilang pada bulan Mei lalu namun setelah lima hari lamanya ditemukan oleh warga dalam kondisi lemah dan kurus.

 

Duh heboers, apapun yang terjadi semoga para pendaki yang hilang itu segera ditemukan, ya!