Diary Calon Hafiz Yang Tewas Disiksa, Isinya?

Mohamad Thaqif Amin Mohd Gaddafi, seorang anak asal Johor, Malaysia, yang tewas disiksa di sekolah tahfidz tempatnya mencari ilmu. Ia disiksa oleh petugas asramanya sendiri hingga harus meregang nyawa pada 2017 lalu.

Mohamad Thaqif Amin meninggal dunia sebelum kakinya sempat diamputasi karena mengalami infeksi akibat disiksa oleh oknum petugas asrama.

Sebuah buku harian miliknya menjadi viral karena kisahnya yang sangat memilukan, dalam buku hariannya ia banyak menulis rasa sakitnya karena disiksa oleh petugas asrama Thaqif. Besok, aku ingin menelepon ibuku. Aku ingin mengatakan kepadanya bahwa ingin pindah karena kemarin aku dipukul tanpa alasan. Dia (petugas asrama) menyuruhku mencuci nampan tetapi itu bukan giliranku, tetapi dia terus memaksa. Lalu aku mencuci cangkirku,” tulis Mohamad Thaqif Amin.

“Setelah aku mencuci cangkir dan ingin meletakkannya, dia meninju pantatku. Aku tidak tahan lagi. Ya Allah, tolong buka hati kedua orang tuaku, dan semoga Ustaz Afdol dan Sheikh Fahmi untuk mengizinkanku untuk pindah. Tolong beri hamba harapan ya Allah. Amin,” tulisnya lagi dalam halaman lain.

Selain itu Selain buku harian itu, di dalam Al Quran milik Mohamad Thaqif Amin juga ditemukan sebuah catatan yang ditempel ke sampul bagian dalam. Mohamad Thaqif Amin menuliskan keinginannya untuk menjadi hafiz.”Aku ingin jadi hafiz dalam waktu dua tahun ini, aku bisa melakukanya. Kau bisa melakukannya Thaqif!” tulis Mohamad Thaqif Amin.

Cerita menyedihkan ini banjir belasungkawa dari seluruh Malaysia, semua berdoa karena kemuliaan Thaqif untuk menjadi seorang hafiz namun terpaksa harus berhenti karena ulah oknum asrama yang tidak bertanggungjawab.