Kasus Audrey, Fakta ataukah Hoaks?

 

Kasus kekerasan Audrey masih berjalan hingga kini. Selebgram, youtuber, artis, aktivis, tokoh perempuan, para elite, pejabat daerah dan nasional hingga Presiden Joko Widodo pun angkat bicara  terkait masalah ini. Kasus ini memunculkan banyak sekali informasi yang masih simpang siur kebenarannya namun telah menyebar di media sosial. Berikut ini kami mendeteksi informasi yang mengarah ke hoaks.

  1. Penusukan pada bagian vital korban

Sejak awal, berita yang tersebar di media sosial adalah korban mengalami penusukan di bagian vital korban. Namun hasil penyelidikan, Kapolresta Pontianak, Kombes M Anwar Nasir mengatakan jika tidak ada luka robek atau memar pada selaput dara korban. Berdasarkan keterangan korban juga tidak pernah menyampaikan adanya tindakan kekerasan dibagian vital, begitu juga keterangan saksi-saksi yang diperiksa.

  1. Korban dikeroyok dan merujuk kearah sadisme

Informasi yang beredar mengatakan jika korban dikeroyok dan merujuk ke arah sadisme. Namun menurut hasil pemeriksaan polisi, fakta yang terjadi dan diakui pelaku adalah penganiayaan. Ada tiga yang ditetapkan menjadi tersangka. Satu diantaranya ada yang menjambak rambut, ada juga yang mendorong korban hingga jatuh. Ada pula tersangka lainnya yang memiting dan memukul korban sambil melempar sandal.

  1. Pemicu masalah asmara

Menurut berita yang beredar, pemicu masalah adalah persoalan asmara. Namun akar masalah pelaku melakukan kekerasan adalah dendam dan kesal terhadap korban.  Korban suka menyindir pelaku tentang masalah utang ibunya yang sebenarnya telah dibayar.

  1. Kekerasan dilakukan oleh 12 orang

Tidak benar jika kekerasan dilakukan oleh 12 orang. Faktanya hanya ada 3 orang yang melakukan kekerasan pada korban. Kini ketiganya telah menjadi tersangka. Mereka adalah F,T dan C.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *