Koko Ardiansyah, seorang siswa yang tengah viral belakangan ini karena gagal menjadi seorang pasukan pengibar bendera di Kabupaten Labuhanbatu. Sebelumnya, telah beredar video mengenai dirinya bahwa ia gagal karena posisinya digeser oleh anak seorang pejabat. Namun, tak berselang lama Koko pun membuat klarifikasi bahwa ia hanya sebagai cadangan saja. Ia baru tahu bahwa posisinya tersebut tergeser karena ada seorang paskibra yang gagal seleksi ditahap Provinsi sehingga menjadi paskibra ditingkat Kabupaten. Foto raut wajah kecewanya nampak dibeberapa akun media sosial dan sampai terdengar oleh Kementrian Pemuda dan Olahraga. Tak ingin melihat Koko larut dalam kesedihan, pihak Kemenpora mengundang Koko untuk membacakan teks Undang-Undang Dasar 1945 dalam upacara HUT RI ke-74 di Kementrian Pemuda dan Olahraga di Jakarta. Koko dihubungi langsung oleh pihak Kemenpora dan diberitahu agar segera berangkat ke Jakarta. Ia merasa sangat senang mendapatkan kesempatan yang menurutnya sangat berharga tersebut. Selain itu, Koko juga diberi kesempatan untuk menginjakkan kaki di Istana Merdeka dan bertemu dengan Presiden Joko Widodo. Pertemuan tersebut tidak disia-siakan olehnya, ia mendapat kesempatan untuk berswafoto dengan orang nomor satu di Indonesia tersebut. Meskipun ia gagal menjadi pasukan pengibar bendera pusaka tahun ini, ia bertekad untuk tetap menjadi anggota Paskibra demi terwujudnya cita-citanya menjadi seorang TNI.