Risa Santoso, Rektor Muda Yang Tak Wajibkan Mahasiswa Membuat Skripsi

Setelah terpilih menjadi Rektor Institut Teknologi dan Bisnis ASIA, Kota Malang, Risa Santoso langsung menyusun sejumlah program. Rektor yang baru berusia 27 tahun itu menyiapkan sejumlah program yang sangat ramah millennial. Salah satu yang menjadi andalannya adalah terkait mata kuliah skripsi yang kedepannya tidak diwajibkan untuk diambil mahasiswa tingkat akhir.

Saat ini Risa sedang mempersiapkan program terkait tugas akhir. Selama ini, tugas akhir atau skripsi dalam dunia perkuliahan seolah menjadi hal yang sangat ditakutkan. Tak sedikit dari mereka yang gagal menyelesaikan skripsi tepat pada waktunya. Atas alasan itulah Risa hendak membenahi masalah ini.

“Ke depan itu inginnya memberikan pilihan. Jadi skripsi bukan lagi kewajiban utama. Kalau semisal mahasiswa memiliki minat di bidang pembuatan program tentunya lebih baik difokuskan untuk membuat project akhir,” ujar Risa.

Risa tak memungkiri, sejumlah program yang sudah disiapkan beberapa di antaranya memang mengadopsi model pendidikan luar negeri. Termasuk untuk mengubah skripsi dari kewajiban menjadi pilihan. Hal itu juga merupakan adopsi dari luar negeri.

“Kalau di luar negeri skripsi itu sifatnya pilihan bukan kewajiban. Hal itulah yang saya coba terapkan di sini. Karena memang sebenarnya boleh membuat alternatif dengan project akhir yang nantinya dijadikan laporan akhir,” ungkap Risa.

Baca ini juga yuk:
Joko Anwar Ajak Masyarakat Nonton Di Bioskop Tua Lagi
Selain Fokus Berakting, Zara Bocorkan Alasan Lain Graduate Dari JKT48

Risa semakin yakin bisa menjalankan tugasnya dengan baik sebagai rektor. Apalagi dia juga mendapat dukungan dari orang tua, rekan kerja, serta dosen-dosen yang ada di Institut Teknologi dan Bisnis ASIA. Termasuk  juga untuk penerapan program-program yang sudah dia siapkan.

“Bahkan saat masih dicalonkan dulu, saya juga banyak dapat dukungan. Termasuk juga dari kalangan mahasiswa,” ujar wanita kelahiran Surabaya itu.

Kini setelah resmi menjadi rektor kesibukan Risa Santoso tentu lebih padat. Apalagi dengan sejumlah program yang ingin diterapkan di kampusnya. Tentu hal itu memerlukan kecermatan ketelitian agar program-program tersebut bisa berjalan sesuai dengan yang sudah direncanakan.

Leave a Reply