Perjuangan dr. Moewardi, "Dokter Gembel" Pembela Kaum Miskin

Perjuangan dr. Moewardi,
Dr. Moewardi

Heboh.com, Jakarta - Edisi Mengenang Pahlawan: Tenaga medis dan kesehatan saat ini sedang berjuang di garda depan untuk melawan pandemi covid-19. Tak jarang juga mereka terpapar bahkan harus gugur di tengah "perang" melawan wabah yang kian menggerus bangsa kita. Tentu jasa-jasa mereka yang telah gugur sangat berharga dan tidak dapat dinilai untuk menyehatkan rakyat Tanah Air tercinta ini.

Berbicara tentang jasa para tenaga medis, ternyata perjuangan mereka juga sudah dimulai sejak dulu, bahkan sebelum Indonesia merdeka, salah satunya adalah dr. Moewardi. Beliau kini tercatat sebagai salah satu pahlawan nasional Indonesia.

Jasa beliau di bidang kesehatan tentu sangatlah besar. Bahkan beliau sampai dikenal dengan nama "Dokter Gembel". Yuk simak di sini bagaimana perjuangan dr. Moewardi.

Baca yuk! Deretan Tempat Wisata Indonesia dengan Nama Tak Biasa dan Unik 

Dr. Moewardi yang lahir di Pati pada tahun 1907 adalah putra seorang Guru. Ayahnya kemudian menyekolahkannya di STOVIA pada tahun 1921, dan berhasil lulus setalah berjuang 12 tahun, pada tahun 1933. Selain di dalam pendidikan, beliau juga aktif dalam organisasi kepemudaan. Bahkan beliau ikut mengikrarkan sumpah pemuda.

Setelah lulus dari STOVIA, Dr. Moewardi bekerja sebagai dokter di rumah sakit swasta Jakarta. Pada tahun 1930-an beliau pun makin dikenal karena dirinya lebih memilih bergaul dengan rakyat miskin. Sebagai dokter THT, beliau juga tidak pernah lelah untuk membantu masyarakat miskin. Aksi kemanusiaan tersebut membuat dirinya terkenal sebagai "Dokter Gembel".

Perjuangannya ternyata tidak hanya di bidang kesehatan saja. Pada tahun 1945 dia merelakan titel dokter THT nya untuk melawan penjajah. Bahkan dirinya terlibat di peristiwa Bandung Lautan Api. 

Namun sayang, pada tahun 1948 terjadi gerakan PKI Madiun. Dikisahkan pada tahun itu ketika sedang mengoperasi seorang anak di rumah sakit Jebres, pintunya diketuk dan diminta keluar karena ada seseorang yang terluka parah. Namun nahas, setelah keluar Moewardi malah disekap dan ditangkap, hingga tidak diketahui lagi keberadannya. 

Kini nama dr. Moewardi pun sepakat dijadikan nama rumah sakit di tempat ia mengabdi sebelumnya, yaitu Rumah Sakit Jebres. Hingga kini rumah sakit dr. Moewardi pun masih aktif, bahkan dijadikan rujukan rumah sakit covid-19 yang sedang mewabah saat ini.