Ketupat Ternyata Diperkenalkan Sunan Kalijaga di Abad 15

Ketupat Ternyata Diperkenalkan Sunan Kalijaga di Abad 15

Beberapa daerah di Indonesia memiliki tradisi menyajikan ketupat saat Hari Raya Idul Fitri. Nantinya ketupat akan disantap bersama keluarga, kerabat atau sahabat yang datang bersilaturahmi. Tradisi ini sudah dilakukan turun-temurun. Ketupat awalnya diperkenalkan oleh Sunan Kalijaga pada awal abad ke-15.

Sunan Kalijaga memperkenalkan 2 istilah kepada masyarakat jawa saat itu, bakda lebaran dan bakda kupat. Bakda lebaran adalah hari lebaran dimana seorang muslim diharamkan berpuasa. Bagaimana dengan bakda kupat yang merupakan asal usul ketupat? Simak yuk!

Bakda Kupat merupakan hari raya bagi orang yang melaksanakan puasa syawal selama 6 hari. Ketupat atau kupat sendiri memiliki arti mengakui kesalahan dalam bahasa jawa. Namun, ada juga yang mengatakan bahwa kupat singkatan dari “laku papat’ atau empat tindakan.

Baca Juga!
Baru Menikah, Artis Ini Puasa Pertama Kali Sebagai Suami Istri di Ramadan 2021

Deretan Artis yang Memutuskan Khatam Quran Sebelum Menikah

Empat tindakan dalam perayaan lebaran yakni, lebaran yaitu pintu ampunan terbuka lebar, luberan memiliki arti bersedekah untuk kaum miskin. Dan ketiga ada leburan, yang berarti dosa dan kesalahan akan melebur habis. Yang terakhir, laburan artinya menjaga kesucian satu sama lain.

Dari keempat hal tersebut terciptalah ketupat. Ketupat juga memiliki 4 filosofi, yang pertama mencerminkah kesalahan manusia karena rumitnya bungkusan ketupat. Selanjutnya, mencerminkan kesucian hati karena saat kita membuka anyamannya terlihat nasi putih.

Ketiga mencerminkan kesempurnaan, hal ini dihubungkan dengan kemenangan umat islam setelah selesai berpuasa sebulan. Terakhir karena ketupat biasanya dihidangkan sengan santen, maka dalam pantun Jawa pun ada yang bilang “Kupat Santen“, kulo lepat nyuwun ngapunten (Saya salah mohon maaf).