150 Pekerja Isolasi Diri di Pabrik Agar Dapat Membuat Alat Kesehatan

Dalam kondisi lockdown, para pekerja tersebut rela mengurung diri dalam pabrik dan tak bertemu keluarga dan orang-orang yang dicintai. Mereka terus berada di pabrik agar dapat membuat alat kesehatan untuk melawan virus corona.

150 Pekerja Isolasi Diri di Pabrik Agar Dapat Membuat Alat Kesehatan
Aksi heroik pekerja di Tunisia

 

Heboh.com, Jakarta - Dalam kondisi lockdown, para pekerja tersebut rela mengurung diri dalam pabrik dan tak bertemu keluarga dan orang-orang yang dicintai. Mereka terus berada di pabrik agar dapat membuat alat kesehatan untuk melawan virus corona.

Aksi heroik tersebut terjadi di Tunisia, salah satu negara yang telah menerapkan lockdown demi mencegah penyebaran virus corona. Pabrik tersebut terdiri dari 150 pekerja, yang mayoritas perempuan. Mereka terpanggil untuk membantu negaranya memerangi COVID-19 dalam situasi yang amat genting.

150 pekerja tersebut sepakat atas kemauan diri sendiri untuk diisolasi dalam pabrik selama satu bulan. Dengan bekerja nonstop, mereka berharap dapat memenuhi kebutuhan dan perlengkapan kesehatan di negaranya. Pabrik tersebut saat ini bekerja dalam kapasitas penuh dengan jam kerja dari 06.30 hingga pukul 22.30, terdiri dari dua shift.

Karena akan bertahan di dalam pabrik selama sebulan, mereka mendapat beberapa fasilitas. Untuk perempuan disediakan berbagai macam alat latihan kebugaran dan ruang menari. Sementara prianya disiapkan lapangan sepakbola dan basket. Disiapkan juga dormitori dan kebutuhan hidup lainnya.

Setiap harinya pabrik ini bisa memproduksi 50.000 masker dan alat pelindung kesehatan lain untuk dipakai tenaga medis. Pabrik yang terletak tak jauh dari Tunis, ibukota Tunisia tersebut menjadi satu-satunya pabrik yang terus bekerja memproduksi alat kesehatan di Tunisia.